Rabu, 25 Juni 2014

Semoga,

Sudah lama sekali rasanya aku tak pernah menyapa blog ini lagi terakhir semenjak aku mulai merasa gila karena mencintaimu, merasa gila karena menunggumu, dan merasa gila karena mempertahankanmu tanpa status yang jelas. Tapi saat ini aku telah bersamamu kembali, kita berada dalam status yang hampir selama 3 tahun ini kunantikan, kita berada dalam satu pelukan yang hangat itu lagi. Mungkin inilah buah dari penantianku selama ini, buah dari kesabaranku untuk menunggumu. Tapi aku tak tahu apakah setelah kita berada dalam status yang jelas ini aku masih dikatakan gila untuk mempunyai perasaan ini padamu.
Hari ini kita sudah menjalani hari bersatunya kembali selama hampir 8 bulan. Tapi selama 8 bulan inipun bukan berarti aku bebas dari rasa sakit karnamu, bukan berarti aku slalu bahagia bersamamu. Karna pada suatu hari, saat itu tepat disaat hari kembalinya hubungan kita dalam status yang jelas ke-2 bulan, tepat pada pesta malam tahun baru itu aku mengetahui bahwa kamu telah mengkhianatiku, kamu menjalin cinta dengan yang lain di belakangku. Aku shock, aku terkejut, hatiku hancur, tapi aku memaafkanmu. Aku memberikanmu kesempatan untuk tetap memperbaiki semuanya dan tetap bersamaku. Aku tak tahu apa keputusan itu benar untuk memberikanmu kesempatan.
Aku mencoba menjalani semuanya seolah itu tak pernah terjadi. Aku mencoba memupuk kembali rasa percayaku kepadamu yang pernah kau hancurkan. Dan aku berhasil mengembalikan rasa kepercayaan dalam diriku untuk mu, walaupun besarnya tidak seperti saat sebelum pengkhianatan itu terjadi tapi setidaknya aku sudah mulai cukup percaya kepadamu. Tapi baru beberapa hari ini aku baru mengetahui bahwa kamu pernah tidur bersama wanita ittu. Walaupun kamu mengatakan bahwa kamu tidur bersama yang lainnya  juga dan tidak melakukan apapun dan hanya bergenggaman tangan, tapi menurutmu apakah aku bisa mempercayai itu ? Tidak, aku tidak bisa mempercayainya. Meskipun hati kecilku ingin sekalli untuk mengatakan bahwa kamu tidak akan melakukan hal-hal bodoh bersamanya tetapi aku tetap tidak mampu untuk mempercayainya. Namun, meskipun aku tidak mempercayaimu tapi apa yang bbisa kulakukan selain menerima semuanya ? semuanya sudah berlalu begitu saja dan itupun masih kesalahanmu yang sama dimasa yang lalu. Jadi tidak seharrusnya aku mempermasalahkan itu lagi terus menerus walaupun aku merasa kecewa. Aku hanya perlu beradaptasi dengan kessalahanmu itu, karena dari awal akupun telah memberikan kesempatan untukmu jadi setidaknya aku harus menghargai kejujuranmu. Tapi tetap saja kepercayaan ini semakin berkurang lagi dan mungkin buutuh waktu lama untuk mengembalikan kepercayaan ini lagi. Dan tetap saja meskipun kepercayaan ini berkurang, aku tetap memilih bertahan padamu, aku memilih tetap mencintaimu, dan aku memilih tetap menjalani semuanya bersamamu.
Sekarang untuk saat ini dan seterusnya aku berharap semoga tidak akan pernah ada lagi gadis yang bernama indri lagi yang lainnya yang hadir diantara kita lagi dan merusak segalanya yang sudah kita bangun selama ini. Aku hanya ingin hubungan kita baik-baik saja. Akupun telah melihat begitu banyak perubahan dalam dirimu untuk menebus semua kesalahanmu, tapi entah mengapa kepercayaan ini tetap tak bisa utuh seperti dulu lagi. Tapi semoga keputusanku untuk mempertahakanmu bukanlah suatu kesalahan disaat semua orang menertawakan hubungan kita dan merasa prihatin dengan keadaanku, semoga keggilaan ini berkahir dengan sebuah tanggisan bahagia yang aku rasakan bersamamu didalam sebuah rumah sederhana beserta junior-junior kita. semoga.

Jumat, 12 Juli 2013

Aku Pasti Sudah Gila

Aku pasti sudah gila
memikirkanmu setiap saat
mencemaskan keadaanmu
'apakah kamu baik-baik saja'
'apakah pola makanmu baik'
'apakah kesehatanmu terjaga'
dan 'apakah istirahatmu semalam cukup'

Aku pasti sudah gila
mencintaimu setengah mati yang selalu mengabaikanku
menyayangi begitu dalam yang selalu membiarkanku berada dalam ketidakjelasan tanpa ingin memperjelasnya
dan setiap hari selalu merinduimu begitu banyak yang bahkan tak pernah mengingatku dalam harimu

Aku pasti sudah gila
menangisimu disetiap malamku layaknya orang bodoh

Aku pasti sudah gila
memperjuangkanmu yang tak ingin aku perjuangkan

Aku pasti sudah gila
mempertahankanmu yang harusnya kulepaskan dari dulu

Aku pasti sudah gila
menghabiskan waktuku hanya untuk menunggumu sekian lama tanpa membuahkan hasil apapun

Aku pasti sudah gila, aku pasti sudah gila
Aku pasti sudah gila, aku pasti sudah gila

Merelakan diriku untuk bertahan dalam sebuah ketidakjelasan, dan membiarkanmu bersama orang lain tanpa punya hak untuk melarangmu. Itu pasti sebuah kebodohankan ?

Aku telah melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan pengakuan dan kejelasan darimu, tapi itupun tak kunjung aku dapatkan. Menerima semua perlakuanmu, pengabaian, ketidakpedulian, ketidakjelasan, dan kebohonganmu; itu pasti sebuah kegilaankan ?

Jumat, 21 Juni 2013

Keadaan yang selalu kuinginkan

Kedekatan seperti ini yang selalu kuinginkan. Duduk disampingmu dengan memperhatikanmu dari sudut mataku. Aku terlelap disampingmu tapi aku masih memikirkanmu. Menggenggam tangan seperti tak ingin lepas. Aku menunggumu seperti seorang istri yang menunggu suaminya pulang dan khawatir jika suaminya pulang terlambat. Menyediakan pundak untukmu bersandar saat kau lelah dengan rutinitasmu. Memandangmu dan mendengarkan setiap keluhanmu tentang rutinitasmu. Menatap punggungmu saat kita berjalan bersama tapi kau meniggalkanku di belakangmu karna kau teralu sibuk dengan rutinitasmu, tapi buatku tak apa melihat punggungmu lebih baik dari pada aku tak melihatmu sama sekali.

Tapi saat tiba di Jakarta, kita aka kembali ke rutinitas kita masing-masing. Kau meneruskan duniamu dan aku kembali ke dunia nyataku. Semua yang kita lakukan disini menguap seperti tak membekas. Semua seperti mimpi indah dan saat pagi hari kita harus kembali ke dunia nyata. Entah kapan lagi kita bisa seperti ini, apakah satu minggu ? satu bulan ? satu tahun ? atau bebeapa tahun lagi ? aku tak tau, yang jelas aku hanya bisa menunggumu untuk seperti ini lagi.

Menunggu dan penantian adalah hal paling aku benci, tapi untukmu meskipun itu harus beberapa lama menunggu aku bisa melakukannya. Penantian sudah seperti makanan sehari-hariku saat bersamamu. Untuk bersamamu, hal yang tak lazim dilakukan menjadi lazim untuk kulakukan. Untuk bersamamu, hal yang paling aku takutkan menjadi hal yang menyenangkan. Untukmu penantian menjadi sebuah istirahat siang dalam keseharianku. Dan lagi-lagi menunggu, aku harus menunggumu sampai kau kembali. Penantian adalah KAMU.

Aku ingin selalu berada dikeadaan ini, setiap kali aku membuka mata selalu ada kamu dihadapanku. Setiap kali aku ingin tertidur selalu ada kamu yang menghujaniku dengan kecupan dan pelukan hangatmu. Aku hanya tak ingin kau menghilang dari pandanganku, aku hanya selalu ingin melihatmu dan merasakan rasa sayang yang sekarang aku rasakan. Aku selalu memikirkanmu dan aku selalu mengingkanmu. Saat aku tertidurpun aku memikirkamu. Akan sangat menyakitkan jika itu semua tak dapat aku rasakan lagi.
Tuhan salahkah aku jika aku terlalu mengagumi makhluk-Mu itu sedangkan dia selalu membuatku kagum tentang dirinya ? salahkah aku jika aku terlalu mencinta makhluk-Mu itu sedangkan dalam keadaan tertentu dia menjadi sangat manis kepadaku ? Aku tahu dia telah menjadikanku gadis yang cengeng karna aku sering menangis dibuatnya, tapi bukankah seseorang menangis bukan karna ia cengeng melainkan hanya karna ia terlalu mencintai seperti saat ini ? Tak apa jika aku harus selalu menangis asalkan dia bisa selalu disampingku Tuhan, asalkan dia masih menjadi alasanku untuk berada disini. Aku akan selalu berdoa Tuhan agar Engkau menjadikannya sebagai masa depanku yang selalu bisa kulihat setiap aku membuka mata dan sebelum aku memejamkan mata seumur hidupku. Apakah aku berlebihan jika aku hanya meingingkan itu dari-Mu Tuhan ? apakah itu permintaan yang sulit hingga Kau belum mengabulkanya hingga saat ini ? itu mudahkan bagi-Mu Tuhan ?

dari kamar yang mulai terasa menipis oksigennya karna aku merasakan sesak yang sangat berat dan sakit di dada hingga akupun menitikkan air mata saat ini.

Hanya Satu Kalimat

Beberapa hari ini aku merasa lelah, aku lelah dengan semua ketidakjelasan ini, aku lelah dengan semua pengabaianmu terhadapku. Tapi aku memilih bertahan di kondisi menyesakkan ini. Aku memilih bertahan berjalan di tengah hujan deras walaupun ada orang yang menjanjikan memberi pelangi untukku. Aku memilih bertahan berjalan di tengah hujan walaupun jika aku menangis takkan ada yang tau. Aku tetap memilih bertahan-setidaknya untuk saat itu-. Namun untuk terus berada dikondisi menyesakkan itu aku merasa lelah, sangat lelah. aku mencoba membuat suatu keputusan dengan ketegasan untuk melepaskanmu. Aku mencoba ratusan bahkan ribuan kali untuk berfikir melepaskanmu. Tapi aku merasa tak mampu-setidaknya untuk saat itu-.

Seperti berjalan dalam labirin seorang diri, aku dihadapkan dengan dua pilihan. Aku harus terus berjalan dan menemukan pintu keluar sendiri atau aku harus meminta bantuan oang lain untuk bisa keluar karna aku takkan bisa untuk kembali lagi. Aku mencari jalan dan terus mencari dan mencoba menerka-nerka gang-gang mana yang harus ku pilih dan bertanya-tanya apakah di gang itu ada pintu keluarnya ? apakah setelah ini aku bisa keluar ? atau apakah ada kamu yang menungguku di gang itu untuk membantuku keluar ? Aku bingung, aku lelah, aku menyerah berjalan di labirin itu, berjuang sendirian menemukan jalan keluarnya tanpa ada cahaya apapun yang menuntuku berjalan keluar. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berjalan dan meminta bantuan orang lain untuk membantuku keluar. Aku merasa menyerah sampai disini.

Tapi malam ini, aku seperti merasa mendapatkan cahaya untuk tetap terus berjalan. kamu memberikan petunjuk hanya lewat satu kalimat yang kamu ucapkan yaitu "yaudah aku nunggu kamu dulu berarti buat nikah sama kamu". Disaat aku merasa lelah dengan semua ini dan memilih menyerah, tiba-tiba kamu seperti memberikan cahaya untukku terus berjalan. Kamu menjanjikan pelangi setiap setelah hujanku.

Satu kalimat itu, bukan jawaban yang selama ini kutunggu tapi mampu mewakili semua jawaban yang selama ini kucari. Satu kalimat itu, kalimat sederhana bagi orang lain tapi merupakan cahaya bagiku. Dan satu kalimat itu, kalimat yang telah mampu merontokkan semua keputusan dan ketegasanku untuk melepaskanmu. Dan sekarang aku akan terus berjalan menemukan pintu keluarnya dan aku akan terus menunggumu untuk menuntunku hingga keluar dari labirin yang menyesakkan ini. Hanya satu kalimat itu saja sudah cukup untuk mewakili semua jawaban pertanyaan ini.
Hanya satu kalimat.

Selasa, 11 Juni 2013

Saat merasakan cinta yang lebih

terkadang film itu seperti sebuah pembodohan yang begitu kejam, karna dalam sebuah film hidup itu terasa begitu mudah dan indah, tak ada kesulitan yang sering datang padamu hingga rasanya hidup ini ingin segera berakhir atau merasa menyesal untuk hidup. begitupun cinta, dalam film cinta begitu indah, begitu mudah didapatkan, dan begitu mudah hadir tanpa perlu perjuangan. sementara dalam dunia nyata, hidup itu sulit kamu harus berusaha agar kamu bisa hidup begitupun dengan cinta, kamu harus berjuang dan berkorban jika ingin mendapatkannya.
pada dasarnya, cinta juga merupakan suatu kebodohan. karena pada saat kamu mencintai seseorang dengan lebih kamu takkan pernah berfikir untuk melepaskannya, terlalu munafik untuk bisa merelakannya bersama orang lain, kamu takkan peduli jika harus menerima penolakan berapa kali pun itu. yang kamu lakukan hanyalah menunggu dan terus menunggu, tanpa peduli apakah ia akan hadir atau tidak, tanpa peduli apakah dia merasakan hal yang sama atau tidak. saat merasakan cinta yang lebih yang dapat kamu yakini hanyalah bahwa ia akan kembali, meskipun kamu menyadari bahwa ia tak merasakan hal yang sama denganmu. saat merasakan cinta yang lebih tidak peduli apapun yang terjadi atau harus berapa lama kamu akan tetap menunggunya terus, terus, dan terus hingga ia datang. walaupun dalam hati ada keraguan akan kehadirannya tapi kamu akan segera menepis keraguan itu menjadi sebuah keyakinan yang selalu kamu tanamkan dengan sendirinya. saat merasakan cinta yang lebih tak peduli seberapa sakit yang kamu rasa dan tak peduli seberapa seringnya kamu menangis tapi kamu tetap hanya akan menyebut namanya dalam tiap doamu tanpa henti dan bosan. dan saat kamu merasakan cinta yang lebih dunia mu untuk orang lain seperti tertutup rapat, bagimu hanya ia lah duniamu yang takkan terganti oleh yang lainnya.

Sabtu, 04 Mei 2013

Menatapmu

Ini hari yg sama dan malam yg sama seperti seminggu yg lalu, tapi tidak dengan momen yg sama saat aku melewati hari dan malam minggu yg lalu bersamanya dan menebar cinta. karna ini hari yg sama, bolehkah aku bercerita sedikit soal perasaanku disaat itu ?

Awalnya aku berniat ingin sekali memarahinya, memasang tampang jutekku dihadapannya. Tapi saat dihadapannya aku tak mampu berkata apapun. Saat bersamanya aku menjadi orang yang sangat bodoh, aku menjadi wanita rendahan, aku menjadi wanita yang tak tahu malu. Padahal dengan orang lain aku bisa menjadi wanita yg sombong, angkuh, dan wanita yg sok jual mahal. Tapi kenapa dengannya aku tak bisa melakukan itu ?
Aku merasakan adanya perubahan dalam dirinya, tak segan-segan dia menunjukkan sikap romantisnya dihadapan teman-temannya. Kadang dia berkata sesuatu yg manja seperti; "ga ah aku masih mau sama kamu" atau "ga lah dia kan maunya sama cuma gue" dan "aku maunya ngeliat kamu terus" dan kadang dia mengelus-elus puncak kepalaku beberapa kali, atau menyandarkan kepalanya dipundakku.
Aku sangat terkejut dengan sikapnya yg seperti itu dihadapan temannya seolah-olah menunjukkan bahwa aku hanyalah miliknya seutuhnya dan aku merasa sangat senang dengan sikapnya yg seperti itu. tapi tak bisa kupungkiri ada rasa sakit saat aku menyadari bahwa dia bukanlah milikku yg seutuhnya dan aku takmau menyadari bahwa mungkin aku yg besar kepala untuk beranggapan seperti itu. Karena semuanya sudah tak seperti dulu, tak seperti 5 tahun yg lalu, intesitasnya untuk membutuhkanku pun tak seperti dulu lagi.
Namun wajah itu, wajah orang yang tak mempunyai kelebihan apapun dalam dirinya, wajah yg tak mempunyai apapun yg patut dibanggakan, kecuali sikapnya yg peduli pada orang disekitarnya. Tapi tetap tak mampu aku lupakan hingga saat ini. Sementara dengan begitu mudahnya aku melepaskan orang yg mempunyai berbagai macam kelebihan dari dirinya dan mampu untuk kubanggakan. tapi kenapa harus dia ?
Aku menatap wajahnya lekat-lekat berusaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yg muncul dalam hatiku. Aku pun bertemu pandang dengannya, kami saling bertatap dan dia menatapku dengan tatapan teduhnya seolah aku bisa melihat adanya jawaban dalam tatapan itu, dia tersenyum dan aku pun ikut tersenyum malu-malu.
Rasanya aku ingin waktu berhenti saat itu juga, menyisahkan aku dan dia dalam keadaan seperti itu dan selanjutnya biar aku dan dia yg menentukan waktu sendiri untuk perjalanan kami.

Dia memintaku untuk terus menemuinya dan mengunjunginya lagi untuk waktu yg lebih lama. Tapi tahukah kamu ? Andai kamu bisa memberiku sebuah kejelasan pasti semuanya takkan sesulit ini, semuanya takkan sesakit ini, dan semuanya takkan semenyesakkan ini. Aku akan dengan mudah menemuimu, bisa mengunjungimu, dan dengan mudah mengekspresikan perasaanku tanpa memikirkan alasan apa yg akan kuberikan pada mereka agar memahami tanpa memandang rendah. Aku tahu jika cinta sudah melekat sebuah status tidaklah lagi penting. Tapi untuk kejenjang yg lebih tinggi bukankah status itu juga diperlukan ?

Saat ditengah perjalanan ada sekumpulan orang yg akan melaksanakan lamaran dan akupun memintanya untuk berhati-hati dan menyingkir sejenak, lalu dia berkata "kenapa ? kamu mau dilamar juga?". "dilamar sama siapa ?" ucapku. "sama aku" jawabnya seolah tanpa keraguan. Akupun terkejut dengan jawabannya dan aku hanya bisa berkata "ah kamu mah masih lama". "jadi kamu ga mau nunggu aku nih ? yaudaaah" ucapnya seraya menggodaku. aku ingin sekali berkata "ga, aku mau dan pasti nunggu kamu" tapi yg mampu kujawab hanyalah "ya ga gitu juga". Dalam hati aku sangat mengharapkan ucapan itu,  entah itu hanya asal bicara atau apapun, tapi aku sangat berharap bahwa itu adalah sungguhan..
Selama diperjalanan aku terus menatapnya dan sepertinya dia tahu bahwa aku terus menatapnya sehingga sesekali dia pun melirikku dari kaca spion motornya dan tersenyum. aku ingin terus menatapnya seperti itu hingga aku terlelap dalam penggungnya yg begitu kokoh menahan tubuhku. Tidak hanya untuk saat itu, tapi untuk selamanya aku ingin terus menatapnya hingga aku terlelap dan terus menatapnya hingga aku terbangun kembali bahkan hingga aku terlelap untuk selamanya.

Rabu, 24 April 2013

Melepaskanmu

Kamu yang hadir dalam kehidupanku membawa perubahan yang selama ini kurasakan begitu asing. Kau datang dengan senyumanmu yang lugu dan lembut yang begitu hangat kurasakan. Kamu selalu memberi perhatian-perhatian kecilmu dan kitapun merangkai cerita-cerita yang begitu manis seperti hanya kita berdua saja yang akan melewatinya walaupun itu semua hanya lewat chating yang sering kita lakukan.
Kamu selalu mengirimku chat-chat penyemangat disaat aku mulai bosan dengan kegiatan kuliahku, begitu pun aku yang selalu menyemangatimu. Aku pun teringat saat kita saling mendoakan yang terbaik untuk kita masing-masing. Aku yang selalu dan menundukkan kepalaku saat kita bertemu pandang dan kau menatapku dengan pandanganmu yang lembut dan senyuman hangatmu yang membuat degub jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya.

Hari-hari selalu ku lewati seperti itu, menerawang tawa renyahmu dalam tiap chat-chat singkatmu hingga akupun merasakan perasaan aneh dalam diriku. Awalnya aku hanya merasa ini semua hanya ketertarikan semata, hanya perasaan senang karena mempunyai teman baru yang selalu bisa membuatku tersenyum dalam hari-hariku. Tapi nyatanya.... hatiku menganggap lain. Hatiku merasakan kenyamanan yang selama ini sulit kudapatkan dari orang lain setelah perpisahan ku yang lalu. Hatiku mengharapkan lebih dari sekedar teman biasa.

Namun tiba-tiba kau menghilang tanpa salam dan pamit, aku merasakan ada yang hilang saat kau tak mengirim chat lagi untukku. ada perasaan kehilangan, karna Cinta !
Aku mencari-cari kemana kepergianmu hingga akhirnya aku menemukanmu telah bersama dia. Kau tersenyum kepadanya seperti yang selama ini kau berikan kepadaku, kaupun mengiriminya pesan-pesan dengan tanpa ketinggalan tawa renyahmu yang selalu ku bayangkan saat kita chating dulu.

Pantaskah jika aku kini marah kepadamu ? sedangkan aku bukan siapa-siapa bagimu. Pantaskah jika aku merasa kecewa ? padahal dari awal kau hanya menganggapku teman biasa. Dan salahkah jika akhirnya aku memiliki perasaan ini ? karna kamu yang membuatku merasakan perasaan nyaman dalam waktu singkat yang selama ini kucari.
Namun tak ada yang bisa kulakukan, kau terlihat bahagia bersama dia dan aku tak mungkin merebut kebahagiaanmu untuk bisa bersama denganku. Akupun disini harus bisa melepaskanmu, belajar mengikhlaskanmu dan belajar merelakanmu walaupun aku sangat merindukanmu.