Kamu selalu mengirimku chat-chat penyemangat disaat aku mulai bosan dengan kegiatan kuliahku, begitu pun aku yang selalu menyemangatimu. Aku pun teringat saat kita saling mendoakan yang terbaik untuk kita masing-masing. Aku yang selalu dan menundukkan kepalaku saat kita bertemu pandang dan kau menatapku dengan pandanganmu yang lembut dan senyuman hangatmu yang membuat degub jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya.
Hari-hari selalu ku lewati seperti itu, menerawang tawa renyahmu dalam tiap chat-chat singkatmu hingga akupun merasakan perasaan aneh dalam diriku. Awalnya aku hanya merasa ini semua hanya ketertarikan semata, hanya perasaan senang karena mempunyai teman baru yang selalu bisa membuatku tersenyum dalam hari-hariku. Tapi nyatanya.... hatiku menganggap lain. Hatiku merasakan kenyamanan yang selama ini sulit kudapatkan dari orang lain setelah perpisahan ku yang lalu. Hatiku mengharapkan lebih dari sekedar teman biasa.
Namun tiba-tiba kau menghilang tanpa salam dan pamit, aku merasakan ada yang hilang saat kau tak mengirim chat lagi untukku. ada perasaan kehilangan, karna Cinta !
Aku mencari-cari kemana kepergianmu hingga akhirnya aku menemukanmu telah bersama dia. Kau tersenyum kepadanya seperti yang selama ini kau berikan kepadaku, kaupun mengiriminya pesan-pesan dengan tanpa ketinggalan tawa renyahmu yang selalu ku bayangkan saat kita chating dulu.
Pantaskah jika aku kini marah kepadamu ? sedangkan aku bukan siapa-siapa bagimu. Pantaskah jika aku merasa kecewa ? padahal dari awal kau hanya menganggapku teman biasa. Dan salahkah jika akhirnya aku memiliki perasaan ini ? karna kamu yang membuatku merasakan perasaan nyaman dalam waktu singkat yang selama ini kucari.
Namun tak ada yang bisa kulakukan, kau terlihat bahagia bersama dia dan aku tak mungkin merebut kebahagiaanmu untuk bisa bersama denganku. Akupun disini harus bisa melepaskanmu, belajar mengikhlaskanmu dan belajar merelakanmu walaupun aku sangat merindukanmu.