Jumat, 21 Juni 2013

Keadaan yang selalu kuinginkan

Kedekatan seperti ini yang selalu kuinginkan. Duduk disampingmu dengan memperhatikanmu dari sudut mataku. Aku terlelap disampingmu tapi aku masih memikirkanmu. Menggenggam tangan seperti tak ingin lepas. Aku menunggumu seperti seorang istri yang menunggu suaminya pulang dan khawatir jika suaminya pulang terlambat. Menyediakan pundak untukmu bersandar saat kau lelah dengan rutinitasmu. Memandangmu dan mendengarkan setiap keluhanmu tentang rutinitasmu. Menatap punggungmu saat kita berjalan bersama tapi kau meniggalkanku di belakangmu karna kau teralu sibuk dengan rutinitasmu, tapi buatku tak apa melihat punggungmu lebih baik dari pada aku tak melihatmu sama sekali.

Tapi saat tiba di Jakarta, kita aka kembali ke rutinitas kita masing-masing. Kau meneruskan duniamu dan aku kembali ke dunia nyataku. Semua yang kita lakukan disini menguap seperti tak membekas. Semua seperti mimpi indah dan saat pagi hari kita harus kembali ke dunia nyata. Entah kapan lagi kita bisa seperti ini, apakah satu minggu ? satu bulan ? satu tahun ? atau bebeapa tahun lagi ? aku tak tau, yang jelas aku hanya bisa menunggumu untuk seperti ini lagi.

Menunggu dan penantian adalah hal paling aku benci, tapi untukmu meskipun itu harus beberapa lama menunggu aku bisa melakukannya. Penantian sudah seperti makanan sehari-hariku saat bersamamu. Untuk bersamamu, hal yang tak lazim dilakukan menjadi lazim untuk kulakukan. Untuk bersamamu, hal yang paling aku takutkan menjadi hal yang menyenangkan. Untukmu penantian menjadi sebuah istirahat siang dalam keseharianku. Dan lagi-lagi menunggu, aku harus menunggumu sampai kau kembali. Penantian adalah KAMU.

Aku ingin selalu berada dikeadaan ini, setiap kali aku membuka mata selalu ada kamu dihadapanku. Setiap kali aku ingin tertidur selalu ada kamu yang menghujaniku dengan kecupan dan pelukan hangatmu. Aku hanya tak ingin kau menghilang dari pandanganku, aku hanya selalu ingin melihatmu dan merasakan rasa sayang yang sekarang aku rasakan. Aku selalu memikirkanmu dan aku selalu mengingkanmu. Saat aku tertidurpun aku memikirkamu. Akan sangat menyakitkan jika itu semua tak dapat aku rasakan lagi.
Tuhan salahkah aku jika aku terlalu mengagumi makhluk-Mu itu sedangkan dia selalu membuatku kagum tentang dirinya ? salahkah aku jika aku terlalu mencinta makhluk-Mu itu sedangkan dalam keadaan tertentu dia menjadi sangat manis kepadaku ? Aku tahu dia telah menjadikanku gadis yang cengeng karna aku sering menangis dibuatnya, tapi bukankah seseorang menangis bukan karna ia cengeng melainkan hanya karna ia terlalu mencintai seperti saat ini ? Tak apa jika aku harus selalu menangis asalkan dia bisa selalu disampingku Tuhan, asalkan dia masih menjadi alasanku untuk berada disini. Aku akan selalu berdoa Tuhan agar Engkau menjadikannya sebagai masa depanku yang selalu bisa kulihat setiap aku membuka mata dan sebelum aku memejamkan mata seumur hidupku. Apakah aku berlebihan jika aku hanya meingingkan itu dari-Mu Tuhan ? apakah itu permintaan yang sulit hingga Kau belum mengabulkanya hingga saat ini ? itu mudahkan bagi-Mu Tuhan ?

dari kamar yang mulai terasa menipis oksigennya karna aku merasakan sesak yang sangat berat dan sakit di dada hingga akupun menitikkan air mata saat ini.

Hanya Satu Kalimat

Beberapa hari ini aku merasa lelah, aku lelah dengan semua ketidakjelasan ini, aku lelah dengan semua pengabaianmu terhadapku. Tapi aku memilih bertahan di kondisi menyesakkan ini. Aku memilih bertahan berjalan di tengah hujan deras walaupun ada orang yang menjanjikan memberi pelangi untukku. Aku memilih bertahan berjalan di tengah hujan walaupun jika aku menangis takkan ada yang tau. Aku tetap memilih bertahan-setidaknya untuk saat itu-. Namun untuk terus berada dikondisi menyesakkan itu aku merasa lelah, sangat lelah. aku mencoba membuat suatu keputusan dengan ketegasan untuk melepaskanmu. Aku mencoba ratusan bahkan ribuan kali untuk berfikir melepaskanmu. Tapi aku merasa tak mampu-setidaknya untuk saat itu-.

Seperti berjalan dalam labirin seorang diri, aku dihadapkan dengan dua pilihan. Aku harus terus berjalan dan menemukan pintu keluar sendiri atau aku harus meminta bantuan oang lain untuk bisa keluar karna aku takkan bisa untuk kembali lagi. Aku mencari jalan dan terus mencari dan mencoba menerka-nerka gang-gang mana yang harus ku pilih dan bertanya-tanya apakah di gang itu ada pintu keluarnya ? apakah setelah ini aku bisa keluar ? atau apakah ada kamu yang menungguku di gang itu untuk membantuku keluar ? Aku bingung, aku lelah, aku menyerah berjalan di labirin itu, berjuang sendirian menemukan jalan keluarnya tanpa ada cahaya apapun yang menuntuku berjalan keluar. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berjalan dan meminta bantuan orang lain untuk membantuku keluar. Aku merasa menyerah sampai disini.

Tapi malam ini, aku seperti merasa mendapatkan cahaya untuk tetap terus berjalan. kamu memberikan petunjuk hanya lewat satu kalimat yang kamu ucapkan yaitu "yaudah aku nunggu kamu dulu berarti buat nikah sama kamu". Disaat aku merasa lelah dengan semua ini dan memilih menyerah, tiba-tiba kamu seperti memberikan cahaya untukku terus berjalan. Kamu menjanjikan pelangi setiap setelah hujanku.

Satu kalimat itu, bukan jawaban yang selama ini kutunggu tapi mampu mewakili semua jawaban yang selama ini kucari. Satu kalimat itu, kalimat sederhana bagi orang lain tapi merupakan cahaya bagiku. Dan satu kalimat itu, kalimat yang telah mampu merontokkan semua keputusan dan ketegasanku untuk melepaskanmu. Dan sekarang aku akan terus berjalan menemukan pintu keluarnya dan aku akan terus menunggumu untuk menuntunku hingga keluar dari labirin yang menyesakkan ini. Hanya satu kalimat itu saja sudah cukup untuk mewakili semua jawaban pertanyaan ini.
Hanya satu kalimat.

Selasa, 11 Juni 2013

Saat merasakan cinta yang lebih

terkadang film itu seperti sebuah pembodohan yang begitu kejam, karna dalam sebuah film hidup itu terasa begitu mudah dan indah, tak ada kesulitan yang sering datang padamu hingga rasanya hidup ini ingin segera berakhir atau merasa menyesal untuk hidup. begitupun cinta, dalam film cinta begitu indah, begitu mudah didapatkan, dan begitu mudah hadir tanpa perlu perjuangan. sementara dalam dunia nyata, hidup itu sulit kamu harus berusaha agar kamu bisa hidup begitupun dengan cinta, kamu harus berjuang dan berkorban jika ingin mendapatkannya.
pada dasarnya, cinta juga merupakan suatu kebodohan. karena pada saat kamu mencintai seseorang dengan lebih kamu takkan pernah berfikir untuk melepaskannya, terlalu munafik untuk bisa merelakannya bersama orang lain, kamu takkan peduli jika harus menerima penolakan berapa kali pun itu. yang kamu lakukan hanyalah menunggu dan terus menunggu, tanpa peduli apakah ia akan hadir atau tidak, tanpa peduli apakah dia merasakan hal yang sama atau tidak. saat merasakan cinta yang lebih yang dapat kamu yakini hanyalah bahwa ia akan kembali, meskipun kamu menyadari bahwa ia tak merasakan hal yang sama denganmu. saat merasakan cinta yang lebih tidak peduli apapun yang terjadi atau harus berapa lama kamu akan tetap menunggunya terus, terus, dan terus hingga ia datang. walaupun dalam hati ada keraguan akan kehadirannya tapi kamu akan segera menepis keraguan itu menjadi sebuah keyakinan yang selalu kamu tanamkan dengan sendirinya. saat merasakan cinta yang lebih tak peduli seberapa sakit yang kamu rasa dan tak peduli seberapa seringnya kamu menangis tapi kamu tetap hanya akan menyebut namanya dalam tiap doamu tanpa henti dan bosan. dan saat kamu merasakan cinta yang lebih dunia mu untuk orang lain seperti tertutup rapat, bagimu hanya ia lah duniamu yang takkan terganti oleh yang lainnya.