Tapi saat tiba di Jakarta, kita aka kembali ke rutinitas kita masing-masing. Kau meneruskan duniamu dan aku kembali ke dunia nyataku. Semua yang kita lakukan disini menguap seperti tak membekas. Semua seperti mimpi indah dan saat pagi hari kita harus kembali ke dunia nyata. Entah kapan lagi kita bisa seperti ini, apakah satu minggu ? satu bulan ? satu tahun ? atau bebeapa tahun lagi ? aku tak tau, yang jelas aku hanya bisa menunggumu untuk seperti ini lagi.
Menunggu dan penantian adalah hal paling aku benci, tapi untukmu meskipun itu harus beberapa lama menunggu aku bisa melakukannya. Penantian sudah seperti makanan sehari-hariku saat bersamamu. Untuk bersamamu, hal yang tak lazim dilakukan menjadi lazim untuk kulakukan. Untuk bersamamu, hal yang paling aku takutkan menjadi hal yang menyenangkan. Untukmu penantian menjadi sebuah istirahat siang dalam keseharianku. Dan lagi-lagi menunggu, aku harus menunggumu sampai kau kembali. Penantian adalah KAMU.
Aku ingin selalu berada dikeadaan ini, setiap kali aku membuka mata selalu ada kamu dihadapanku. Setiap kali aku ingin tertidur selalu ada kamu yang menghujaniku dengan kecupan dan pelukan hangatmu. Aku hanya tak ingin kau menghilang dari pandanganku, aku hanya selalu ingin melihatmu dan merasakan rasa sayang yang sekarang aku rasakan. Aku selalu memikirkanmu dan aku selalu mengingkanmu. Saat aku tertidurpun aku memikirkamu. Akan sangat menyakitkan jika itu semua tak dapat aku rasakan lagi.
Tuhan salahkah aku jika aku terlalu mengagumi makhluk-Mu itu sedangkan dia selalu membuatku kagum tentang dirinya ? salahkah aku jika aku terlalu mencinta makhluk-Mu itu sedangkan dalam keadaan tertentu dia menjadi sangat manis kepadaku ? Aku tahu dia telah menjadikanku gadis yang cengeng karna aku sering menangis dibuatnya, tapi bukankah seseorang menangis bukan karna ia cengeng melainkan hanya karna ia terlalu mencintai seperti saat ini ? Tak apa jika aku harus selalu menangis asalkan dia bisa selalu disampingku Tuhan, asalkan dia masih menjadi alasanku untuk berada disini. Aku akan selalu berdoa Tuhan agar Engkau menjadikannya sebagai masa depanku yang selalu bisa kulihat setiap aku membuka mata dan sebelum aku memejamkan mata seumur hidupku. Apakah aku berlebihan jika aku hanya meingingkan itu dari-Mu Tuhan ? apakah itu permintaan yang sulit hingga Kau belum mengabulkanya hingga saat ini ? itu mudahkan bagi-Mu Tuhan ?
dari kamar yang mulai terasa menipis oksigennya karna aku merasakan sesak yang sangat berat dan sakit di dada hingga akupun menitikkan air mata saat ini.