Sabtu, 04 Mei 2013

Menatapmu

Ini hari yg sama dan malam yg sama seperti seminggu yg lalu, tapi tidak dengan momen yg sama saat aku melewati hari dan malam minggu yg lalu bersamanya dan menebar cinta. karna ini hari yg sama, bolehkah aku bercerita sedikit soal perasaanku disaat itu ?

Awalnya aku berniat ingin sekali memarahinya, memasang tampang jutekku dihadapannya. Tapi saat dihadapannya aku tak mampu berkata apapun. Saat bersamanya aku menjadi orang yang sangat bodoh, aku menjadi wanita rendahan, aku menjadi wanita yang tak tahu malu. Padahal dengan orang lain aku bisa menjadi wanita yg sombong, angkuh, dan wanita yg sok jual mahal. Tapi kenapa dengannya aku tak bisa melakukan itu ?
Aku merasakan adanya perubahan dalam dirinya, tak segan-segan dia menunjukkan sikap romantisnya dihadapan teman-temannya. Kadang dia berkata sesuatu yg manja seperti; "ga ah aku masih mau sama kamu" atau "ga lah dia kan maunya sama cuma gue" dan "aku maunya ngeliat kamu terus" dan kadang dia mengelus-elus puncak kepalaku beberapa kali, atau menyandarkan kepalanya dipundakku.
Aku sangat terkejut dengan sikapnya yg seperti itu dihadapan temannya seolah-olah menunjukkan bahwa aku hanyalah miliknya seutuhnya dan aku merasa sangat senang dengan sikapnya yg seperti itu. tapi tak bisa kupungkiri ada rasa sakit saat aku menyadari bahwa dia bukanlah milikku yg seutuhnya dan aku takmau menyadari bahwa mungkin aku yg besar kepala untuk beranggapan seperti itu. Karena semuanya sudah tak seperti dulu, tak seperti 5 tahun yg lalu, intesitasnya untuk membutuhkanku pun tak seperti dulu lagi.
Namun wajah itu, wajah orang yang tak mempunyai kelebihan apapun dalam dirinya, wajah yg tak mempunyai apapun yg patut dibanggakan, kecuali sikapnya yg peduli pada orang disekitarnya. Tapi tetap tak mampu aku lupakan hingga saat ini. Sementara dengan begitu mudahnya aku melepaskan orang yg mempunyai berbagai macam kelebihan dari dirinya dan mampu untuk kubanggakan. tapi kenapa harus dia ?
Aku menatap wajahnya lekat-lekat berusaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yg muncul dalam hatiku. Aku pun bertemu pandang dengannya, kami saling bertatap dan dia menatapku dengan tatapan teduhnya seolah aku bisa melihat adanya jawaban dalam tatapan itu, dia tersenyum dan aku pun ikut tersenyum malu-malu.
Rasanya aku ingin waktu berhenti saat itu juga, menyisahkan aku dan dia dalam keadaan seperti itu dan selanjutnya biar aku dan dia yg menentukan waktu sendiri untuk perjalanan kami.

Dia memintaku untuk terus menemuinya dan mengunjunginya lagi untuk waktu yg lebih lama. Tapi tahukah kamu ? Andai kamu bisa memberiku sebuah kejelasan pasti semuanya takkan sesulit ini, semuanya takkan sesakit ini, dan semuanya takkan semenyesakkan ini. Aku akan dengan mudah menemuimu, bisa mengunjungimu, dan dengan mudah mengekspresikan perasaanku tanpa memikirkan alasan apa yg akan kuberikan pada mereka agar memahami tanpa memandang rendah. Aku tahu jika cinta sudah melekat sebuah status tidaklah lagi penting. Tapi untuk kejenjang yg lebih tinggi bukankah status itu juga diperlukan ?

Saat ditengah perjalanan ada sekumpulan orang yg akan melaksanakan lamaran dan akupun memintanya untuk berhati-hati dan menyingkir sejenak, lalu dia berkata "kenapa ? kamu mau dilamar juga?". "dilamar sama siapa ?" ucapku. "sama aku" jawabnya seolah tanpa keraguan. Akupun terkejut dengan jawabannya dan aku hanya bisa berkata "ah kamu mah masih lama". "jadi kamu ga mau nunggu aku nih ? yaudaaah" ucapnya seraya menggodaku. aku ingin sekali berkata "ga, aku mau dan pasti nunggu kamu" tapi yg mampu kujawab hanyalah "ya ga gitu juga". Dalam hati aku sangat mengharapkan ucapan itu,  entah itu hanya asal bicara atau apapun, tapi aku sangat berharap bahwa itu adalah sungguhan..
Selama diperjalanan aku terus menatapnya dan sepertinya dia tahu bahwa aku terus menatapnya sehingga sesekali dia pun melirikku dari kaca spion motornya dan tersenyum. aku ingin terus menatapnya seperti itu hingga aku terlelap dalam penggungnya yg begitu kokoh menahan tubuhku. Tidak hanya untuk saat itu, tapi untuk selamanya aku ingin terus menatapnya hingga aku terlelap dan terus menatapnya hingga aku terbangun kembali bahkan hingga aku terlelap untuk selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar