Jumat, 21 Juni 2013

Hanya Satu Kalimat

Beberapa hari ini aku merasa lelah, aku lelah dengan semua ketidakjelasan ini, aku lelah dengan semua pengabaianmu terhadapku. Tapi aku memilih bertahan di kondisi menyesakkan ini. Aku memilih bertahan berjalan di tengah hujan deras walaupun ada orang yang menjanjikan memberi pelangi untukku. Aku memilih bertahan berjalan di tengah hujan walaupun jika aku menangis takkan ada yang tau. Aku tetap memilih bertahan-setidaknya untuk saat itu-. Namun untuk terus berada dikondisi menyesakkan itu aku merasa lelah, sangat lelah. aku mencoba membuat suatu keputusan dengan ketegasan untuk melepaskanmu. Aku mencoba ratusan bahkan ribuan kali untuk berfikir melepaskanmu. Tapi aku merasa tak mampu-setidaknya untuk saat itu-.

Seperti berjalan dalam labirin seorang diri, aku dihadapkan dengan dua pilihan. Aku harus terus berjalan dan menemukan pintu keluar sendiri atau aku harus meminta bantuan oang lain untuk bisa keluar karna aku takkan bisa untuk kembali lagi. Aku mencari jalan dan terus mencari dan mencoba menerka-nerka gang-gang mana yang harus ku pilih dan bertanya-tanya apakah di gang itu ada pintu keluarnya ? apakah setelah ini aku bisa keluar ? atau apakah ada kamu yang menungguku di gang itu untuk membantuku keluar ? Aku bingung, aku lelah, aku menyerah berjalan di labirin itu, berjuang sendirian menemukan jalan keluarnya tanpa ada cahaya apapun yang menuntuku berjalan keluar. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berjalan dan meminta bantuan orang lain untuk membantuku keluar. Aku merasa menyerah sampai disini.

Tapi malam ini, aku seperti merasa mendapatkan cahaya untuk tetap terus berjalan. kamu memberikan petunjuk hanya lewat satu kalimat yang kamu ucapkan yaitu "yaudah aku nunggu kamu dulu berarti buat nikah sama kamu". Disaat aku merasa lelah dengan semua ini dan memilih menyerah, tiba-tiba kamu seperti memberikan cahaya untukku terus berjalan. Kamu menjanjikan pelangi setiap setelah hujanku.

Satu kalimat itu, bukan jawaban yang selama ini kutunggu tapi mampu mewakili semua jawaban yang selama ini kucari. Satu kalimat itu, kalimat sederhana bagi orang lain tapi merupakan cahaya bagiku. Dan satu kalimat itu, kalimat yang telah mampu merontokkan semua keputusan dan ketegasanku untuk melepaskanmu. Dan sekarang aku akan terus berjalan menemukan pintu keluarnya dan aku akan terus menunggumu untuk menuntunku hingga keluar dari labirin yang menyesakkan ini. Hanya satu kalimat itu saja sudah cukup untuk mewakili semua jawaban pertanyaan ini.
Hanya satu kalimat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar